Blogger news

Blogroll

Welcome to Adil's Blog

Archives

Blogger templates


ShoutMix chat widget
v

Total Tayangan Halaman

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
saya hanyalah sorang pelajar yang menyukai anime

Popular Posts

Mata Anak-anak Bisa Rusak Oleh Game Nintendo 3DS

Jumat, 02 Desember 2011

Nintendo 3DS
Hati-hati dalam memainkan Nintendo 3DS
3DS baru-baru ini diluncurkan produsen konsol game ternama asal Jepang, Nintendo. Perusahaan tersebut mengklaim bahwa 3DS aman untuk dimainkan oleh semua kalangan. Dibalik pernyataan tersebut, ternyata mereka tidak merekemondasikannya untuk dimainkan oleh anak di bawah usia 7 tahun. Konsol game genggam tiga dimensi (3D) ini ternyata dapat mempengaruhi fungsi mata.
Menurut Nintendo of America President, Reggie Fils-Aime, otot mata anak-anak di usia tersebut belum mampu menerima gambar 3D dengan baik. Atas dasar alasan inilah mengapa Nintendo 3DS tidak disarankan untuk dimainkan oleh anak di bawah usia 7 tahun.
Ternyata beliau juga percaya bahwa teknologi 3D yang ada di film saat ini pun bisa berdampak buruk terhadap kesehatan mata anak-anak. “Industri film yang menggunakan teknologi 3D juga memberlakukan hal yang sama. Jadi, ini semacam protokol khusus,” ujar Fils-Aime.
Kalau dilihat dari target pasar yang dituju oleh Nintendo, konsol 3DS memang memiliki segmentasi pasar yang berbeda. Padahal pada kenyataannya, pengguna konsol game Nintendo adalah anak-anak.
Gambar tiga dimensi (3D) yang dihasilkan konsole game ini dapat dilihat tanpa menggunakan kacamata khusus, seperti beberapa konsol yang membutuhkan kacamata khusus untuk menampilkan gambar 3D.
Leer Completo...

Mudahnya Desain Aplikasi Android Menggunakan DroidDraw

Bagi Anda yang gemar membuat aplikasi berbasis Android, mungkin Anda sebelumnya merasa kerepotan dalam mendesain layout aplikasi yang Anda kembangkan. Nah, dengan kehadiran DroidDraw, pekerjaan yang merepotkan tersebut bisa diminimalisir, karena DroidDraw didesain sedemikian rupa sehingga memudahkan programmer dalam mendesain aplikasi Android.
Drag-n-drop merupakan salah satu fitur yang paling mengagumkan dari aplikasi ini. Dengan fitur ini, programmer hanya membutuhkan waktu sedikit untuk berimajinasi dengan mengandalkan tetikus di tangannya. Sebagai contoh, saya menggunakan DroidDraw dalam membuat aplikasi Pengiriman Data GET/POST Menggunakan Koneksi HTTP.
Jika desain sudah selesai dibuat, desain tersebut bisa langsung disimpan dalam format .xml, dan disimpan pada project Android yang tengah dikembangkan. Mari kita simak beberapa tampilan DroidDraw yang bisa menjadi senjata ampuh Anda dalam membuat aplikasi Android.
Splash Screen dari DroidDraw
Splash Screen dari DroidDraw
Man Screen dari DroidDraw
Man Screen dari DroidDraw
Fitur Drag-n-Drop
Fitur Drag-n-Drop
DroidDraw bisa Anda jalankan secara online di situs DroidDraw. Anda juga bisa mengunduh aplikasi ini disini (Mac OS XWindowsLinux).
Leer Completo...

Firefox 4 Beta 1 Sudah Dirilis

   Baru-baru ini Mozilla menginformasikan bahwa browser ciptaannya, Firefox 4 Beta 1 sudah dirilis. Sekilas versi terbaru Firefox ini terlihat seperti Google Chrome, dimana toolbar diminimalisasi.
Jika ingin mencobanya, unduh file instalasi disini. Seperti dikutip dari Mashable, Firefox terbaru ini sudah mendukung HTML5. Selain itu juga terdapat fitur-fitur baru, seperti dukungan terhadap HD video, WebSockets, dan juga pengembangan add-on via JetPack.
Dengan meminimalisir penggunaan toolbar, Firefox menyuguhkan tampilan hampir 100% layar komputer. Dengan begitu, para pengguna internet dapat dimanjakan dengan tampilan yang luas, seperti halnya Google Chrome.
Berikut adalah tampilan dari Mozilla Firefox 4 Beta 1.
Firefox4
Firefox4
Pengetesan yang dilakukan adalah membuka situs Gmail.com. Dibandingkan versi sebelumnya, proses membuka Gmail.com pada versi terbaru jauh lebih cepat. Silahkan mencoba!
Leer Completo...

Mengakses dan Menulis File Pada Android

Pengaksesan file tidak lepas dari sebuah bahasa pemrograman. Dalam mengembangkan sebuah aplikasi, terkadang kita memiliki kebutuhan untuk melakukan pengaksesan sebuah file, baik itu membaca isi dari file, maupun menyimpan data dalam bentuk file. Sebagai contoh, konfigurasi aplikasi yang dikembangkan disimpan dalam sebuah file, sehingga aplikasi akan membaca file konfigurasi tersebut terlebih dahulu sebelum melakukan proses yang lain.
Teman-teman mungkin sudah pernah membaca beberapa artikel mengenai Android lainnya. Artikel ini juga akan membahas mengenai cara mengakses dan menulis file menggunakan Android.
Menulis Data ke File
Kelas yang akan digunakan dalam penyimpanan file adalah FileOutputStream dan OutputStreamWriter. Android menyediakan fungsi openFileOutput() yang digunakan untuk membuat file. Coba perhatikan penggalan kode berikut:
// ##### Write a file to the disk #####
/*
 * We have to use the openFileOutput()-method the ActivityContext
 * provides, to protect your file from others and This is done for
 * security-reasons. We chose MODE_WORLD_READABLE, because we have
 * nothing to hide in our file
 */
FileOutputStream fOut = openFileOutput(path, MODE_WORLD_READABLE);
OutputStreamWriter osw = new OutputStreamWriter(fOut);

// Write the string to the file
osw.write(bodyOfFile);
/*
 * ensure that everything is really written out and close
 */
osw.flush();
osw.close();
Terdapat 4 mode yang bisa digunakan dalam pengaksesan file pada Android:
  1. MODE_APPEND / value = 32768 : akan digunakan oleh fungsi openFileOutput(String, int), jika file sudah ada maka penulisan data ke file yang sifatnya menambah data (tidak menghapus data terlebih dahulu).
  2. MODE_PRIVATE / value = 0 (default) : akan digunakan oleh fungsi openFileOutput(String, int), file yang dihasilkan hanya dapat diakses oleh aplikasi itu sendiri.
  3. MODE_WORLD_READABLE / value = 1 : file yang dihasilkan dapat dibaca oleh aplikasi yang lain.
  4. MODE_WORLD_WRITEABLE / value = 2 : file yang dihasilkan dapat ditulis oleh aplikasi yang lain.
Anda bisa menggunakan salah satu mode di atas tentunya disesuaikan dengan kebutuhan.
Membaca Data dari File
Kelas yang akan digunakan dalam penyimpanan file adalah InputStreamInputStreamReader dan BufferedReader. Android menyediakan fungsi openFileInput() yang digunakan untuk membaca file. Coba perhatikan penggalan kode berikut:
StringBuffer strBuff = new StringBuffer();

// ##### Read a file from the disk #####
/*
 * We have to use the openFileInput()-method the ActivityContext
 * provides, to open the file from disk.
 */
InputStream is = openFileInput(path);

if (is != null) {
 // prepare the file for reading
 InputStreamReader isr = new InputStreamReader(is);
 BufferedReader buff = new BufferedReader(isr);

 String line;

 // read every line of the file into the line-variable, on line
 // at the time
 while ((line = buff.readLine()) != null) {
  // do something with the settings from the file
  strBuff.append(line);
 }
}
Dari kedua penggalan kode program di atas, teman-teman bisa mengkombinasikan dengan aplikasinya masing-masing. Berikut saya sertakan contoh aplikasi untuk meulis dan membaca file.
Contoh Aplikasi
Berikut ini saya akan menuliskan kode program secara lengkap untuk menulis data ke file dan kemudian membacanya:
package com.secangkirkopipanas.android.apps;

import java.io.BufferedReader;
import java.io.FileOutputStream;
import java.io.InputStream;
import java.io.InputStreamReader;
import java.io.OutputStreamWriter;

import android.app.Activity;
import android.app.AlertDialog;
import android.content.DialogInterface;
import android.os.Bundle;
import android.util.Log;
import android.view.View;
import android.widget.Button;
import android.widget.EditText;
import android.widget.Toast;

public class SavingFileActivity extends Activity {

 private Button btnSubmit = null;
 private Button btnQuit = null;
 private EditText txtName = null;

 private String fileName = "SampleSavingFile.txt";

 /** Called when the activity is first created. */
 @Override
 public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
  super.onCreate(savedInstanceState);

  // setting the view to our newly created layout
  setContentView(R.layout.main);

  txtName = (EditText) findViewById(R.id.txtName);

  // initializing button, including layout parameters
  btnSubmit = (Button) findViewById(R.id.btnSave);
  btnSubmit.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
   @Override
   public void onClick(View v) {
    doConfirm();
   }

  });

  btnQuit = (Button) findViewById(R.id.btnQuit);
  btnQuit.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
   @Override
   public void onClick(View v) {
    finish();
   }

  });
 }

 public void doConfirm() {
  AlertDialog alertDialog = new AlertDialog.Builder(this).create();
  alertDialog.setTitle("Sending Request");
  alertDialog
    .setMessage("This process will take few seconds. Are you sure want to save to file?");
  final String name = txtName.getText().toString();
  alertDialog.setButton("OK", new DialogInterface.OnClickListener() {
   @Override
   public void onClick(DialogInterface dialog, int which) {
    Log.i("onClick@doConfirm",
      "Click on 'save' button with txtName: " + name);

    if (saveFile(name, fileName)) {
     Toast.makeText(
       SavingFileActivity.this,
       "The file has been saved with name '" + fileName
         + "'", Toast.LENGTH_LONG).show();

     String fileContent = readFile(fileName);
     Toast.makeText(SavingFileActivity.this, fileContent,
       Toast.LENGTH_LONG).show();
    }
   }
  });
  alertDialog.setIcon(R.drawable.icon);
  alertDialog.show();
 }

 public boolean saveFile(String content, String path) {

  try { // catches IOException below
   final String bodyOfFile = new String(content);

   // ##### Write a file to the disk #####
   /*
    * We have to use the openFileOutput()-method the ActivityContext
    * provides, to protect your file from others and This is done for
    * security-reasons. We chose MODE_WORLD_READABLE, because we have
    * nothing to hide in our file
    */
   FileOutputStream fOut = openFileOutput(path, MODE_WORLD_READABLE);
   OutputStreamWriter osw = new OutputStreamWriter(fOut);

   // Write the string to the file
   osw.write(bodyOfFile);
   /*
    * ensure that everything is really written out and close
    */
   osw.flush();
   osw.close();

   return true;

  } catch (Exception e) {

   e.printStackTrace();
   Toast.makeText(SavingFileActivity.this, e.getMessage(),
     Toast.LENGTH_LONG).show();

   return false;
  }
 }

 public String readFile(String path) {

  try { // catches IOException below

   StringBuffer strBuff = new StringBuffer();

   // ##### Read a file from the disk #####
   /*
    * We have to use the openFileInput()-method the ActivityContext
    * provides, to open the file from disk.
    */
   InputStream is = openFileInput(path);

   if (is != null) {
    // prepare the file for reading
    InputStreamReader isr = new InputStreamReader(is);
    BufferedReader buff = new BufferedReader(isr);

    String line;

    // read every line of the file into the line-variable, on line
    // at the time
    while ((line = buff.readLine()) != null) {
     // do something with the settings from the file
     strBuff.append(line.trim());
    }
   }

   is.close();

   return strBuff.toString().trim();

  } catch (Exception e) {

   e.printStackTrace();
   Toast.makeText(SavingFileActivity.this, e.getMessage(),
     Toast.LENGTH_LONG).show();

   return null;
  }
 }
}
Lakukan kompilasi kode program di atas, dan jalankan. Teman-teman akan mendapatkan tampilan seperti berikut:




Selamat mencoba teman-teman, semoga berhasil.
Leer Completo...

Peran teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang kesehatan

Senin, 05 September 2011

Peran teknologi informasi kini telah mencakup hampir di semua bidang ilmu, tidak terkecuali di bidang ilmu kedokteran. Diharapkan dengan berkembangnya teknologi di bidang kedokteran dan kesehatan serta semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi (ICT), akses untuk masyarakat umum mendapatkan informasi menjadi sangat terbuka luas.

Masyarakat juga harus mendapatkan sumber informasi secara benar, sehingga masyarakat umum akan terlindungi dari informasi-informasi yang tidak benar dan kurang akurat, terutama informasi dibidang kesehatan dan kedokteran.

Dengan dasar pemikiran seperti itulah beberapa institusi berkumpul dan mendirikan Perhimpunan Informatika Kedokteran/Kesehatan Indonesia (PIKIN) yang pelantikannya dilakukan pada tanggal 7 April 2005 bertempat di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Perhimpunan ini mempunyai visi dan tujuan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat luas secara optimal yang nantinya dapat meningkatkan partisipasi masyarakat tersebut dalam pelaksanaan kebijakan pada bidang kesehatan/kedokteran.

PIKIN memiliki beberapa perencanaan kedepan yang memadukan peran teknologi dalam ilmu kedokteran, seperti membangun sebuah pusat data dan informasi dibidang kesehatan/kedokteran dengan melibatkan beberapa pakar dibidangnya, seperti akademisi kedokteran, kedokteran gigi, kesehatan masyarakat, keperawatan, industri farmasi, psikologi, dan tentunya para ahli teknologi informasi serta bidang lain yang terkait. Harapannya semua data yang terkumpul akan dapat digunakan oleh seluruh masyarkat secara mudah, misalnya dapat diakses melalui website ataupun rencana dalam bentuk lain seperti penulisan artikel pada media cetak, talk show, serta penyelenggaraan simposium maupun seminar.
Image


Sistem dan aplikasi yang akan diterapkan oleh PIKIN rencananya menggunakan aplikasi-aplikasi berbasiskan Open Source dan hal ini telah mendapat dukungan yang kuat dari Kementrian Komunikasi dan Teknologi Informasi Republik Indonesia.

Dalam acara pelantikan badan pengurus PIKIN, juga diselenggarakan acara diskusi dan kajian yang bertema Informatika Dalam Pengembangan Bidang Kesehatan yang dibawakan oleh Romi Satrio Wahono, Chief Executive Officer PT. Brainmatics Cipta Informatika.
Leer Completo...

Peranan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pertahanan dan keamanan

Teknologi memegang peranan penting dalam dinamika kehidupan manusia, tak terkecuali bidang pertahanan dan keamanan. Misalnya saja, untuk melakukan pembinaan dan pengembangan kemampuan TNI, tentunya diperlukan jaringan informasi dan komunikasi.
Teknologi informasi (TI) merupakan teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah dan menyebarluaskan informasi. Informasi yang dimaksudkan mencakup numerik seperti angka, audio dan teks, dan citra seperti gambar dan sandi. Teknologi ini antara lain meliputi: telekomunikasi, sistem komunikasi optik, sistem pita video dan cakram video-komputer, jaringan kerja data, serta videoteks dan teleteks.
Dengan adanya TI maka pengiriman informasi dan proses komunikasi bisa dilakukan dengan lebih cepat, akurat, handal, dan aman. TI bisa diaplikasikan untuk keperluan militer lantaran teknologi tersebut merupakan dual use system, artinya tidak hanya bisa digunakan untuk keperluan non-militer. Di bidang pertahanan, sistem informasi yang modern (akurat dan mutakhir) tentunya dapat mendukung pengambilan keputusan dalam setiap kondisi. Apalagi kekuatan militer dewasa ini banyak tergantung pada TI lantaran pengaruhnya pada peningkatan kewaspadaan negara.
Mengintegrasikan Informasi Pertahanan
Sistem informasi yang terintegrasi dengan baik tentunya akan memudahkan pekerjaan selanjutnya. Apabila alat-alat penunjang kerja Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara memiliki sistem informasi yang holistik maka tugas ketiga matra tersebut dalam menjaga Negara dari berbagai bentuk ancaman akan lebih terkoordinasi.
Internet merupakan bagian dari perkembangan teknologi informasi. Dengan internet, informasi bisa didapat dengan lebih cepat dan mudah. Selain itu internet pun bisa dimanfaatkan untuk mengintegrasikan informasi yang ada.
Internet pada awalnya merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network). Proyek berbasis komunikasi data paket ini bertujuan menghubungkan para periset ke pusat-pusat komputer, sehingga mereka bisa bersama-sama memanfaatkan sarana komputer seperti disk space, data base dan lain-lain. Selain itu, proyek tersebut juga membuat sistem jaringan komunikasi antar komputer yang tersebar di daerah-daerah vital. Hal ini penting untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Internet Protocol (IP) memegang peranan penting dalam jaringan sistem informasi karena bisa menghubungkan komunikasi dari darat, laut, udara, maupun luar angkasa. IP juga memiliki kemampuan untuk membuat bermacam-macam sistem komunikasi. Karena itu meskipun menggunakan sistem yang saling tidak kompatibel namun antara yang satu dengan yang lain tetap bisa saling berbicara. Komunikasi antar matra pun bisa dijembatani, sehingga informasi dapat disebarkan dengan lebih baik dan lebih mudah. IP pun bisa digabungkan dengan sistem GPS atau Loran, untuk memberikan informasi posisi yang akurat dan realtime mengenai keadaan di lapangan.
Apabila Pusat Komando IP terbentuk, maka pergerakan semua angkatan bersenjata bisa dimonitor oleh Panglima TNI ataupun Presiden. Bahkan Panglima TNI dan Presiden bisa berkomunikasi langsung dengan personel AL, AU, dan AD di lapangan. Dengan demikian, bila ada ada kapal asing masuk ke wilayah Indonesia, instruksi dari pusat komando bisa segera diberikan. Informasi pun bersifat realtime, menyeluruh, didapatkan dari tangan pertama, serta ada keterpaduan operasi gabungan.
Saat ini, pertukaran data maupun informasi di lingkungan Dephan sudah mulai digunakan meskipun belum secara menyeluruh. Beberapa dinas di TNI juga sudah mulai menerapkan Dokumen Manajemen Sistem Elektronik meski secara keseluruhan belum terintegrasi dengan Markas Besar. Dephan sebenarnya telah memiliki Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) yang bertugas menata perencanaan pertahanan antara Dephan dan Mabes TNI. Namun kendalanya, sering kali data yang dibutuhkan tidak lengkap. Hal itu terjadi karena masih ada data yang diolah dan disimpan secara manual.
Strategi Pertahanan
Kemajuan TI berimplikasi pada pergeseran paradigma memenangkan perang. Pada awalnya, cukup dengan konsep Komando dan Kendali (Kodal / K2), yang pada prinsipnya merupakan hubungan intern antara komandan dengan anak buahnya dalam tugas operasi. Namun kemudian komunikasi dengan satuan lain dalam suatu operasi menjadi keharusan sehingga lahir konsep baru yaitu Komando, Kendali, dan Komunikasi (K3). Dengan teknologi komunikasi yang semakin mutakhir, maka ditambahkan keterangan atau data intelijen (K3I).
Informasi yang akurat dan strategis memang menjadi faktor yang sangat menentukan bagi kekuatan pertahanan suatu negara. Sebab informasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari komando dan kendali yang merupakan kunci setiap operasi.
Informasi menjadi dasar pembuatan kebijakan atau untuk menyusun strategi dalam menghadapi ancaman yang ada. Taktik brilian untuk menggempur lawan tidak akan terlahir tanpa adanya informasi yang lengkap, akurat, dan cepat. Ke depannya, tidak hanya informasi, tetapi seluruh sensor dan sistem persenjataan dapat terhubung secara penuh dalam sebuah lingkungan perencanaan, penaksiran, dan pelaksanaan yang terintegrasi untuk mengimplementasikan kebijakan maupun strategi di lapangan.
Penutup
TI sebenarnya tidak mahal dan justru memberikan banyak penghematan jika digunakan berdasarkan kebutuhan dan digunakan pada tempatnya. Bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan, penataan sistem TI untuk menunjang sistem pertahanan memang harus dilakukan. Sebab pengumpulan informasi (utamanya data intelijen) dari berbagai daerah dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terintegrasi. Akses terhadap sumber dan jaringan informasi menjadi semakin penting bagi para pemimpin di jajaran Dephan untuk melahirkan kebijakan sektor pertahanan.
Dengan sistem TI yang baik maka akan mendorong efisiensi kerja, waktu dan optimalisasi sumber daya manusia. Keberhasilan sistem ini bukanlah kerja instan melainkan membutuhkan proses untuk sosialisasi dan pelatihan terhadap segenap personel. Di era informasi seperti sekarang ini, faktor yang menonjol adalah mind (pengetahuan atau pikiran). Agar tidak bergantung pada negara lain, maka Indonesia juga harus mengembangkan teknologinya sendiri agar tidak kalah dengan negara lainnya.
Leer Completo...

Fungsi komunikasi

FUNGSI KOMUNIKASI

1. Sebagai komunikasi sosial
Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur, dan memupuk hubungan hubungan orang lain. Melalui komunikasi kita bekerja sama dengan anggota masyarakat (keluarga, kelompok belajar, perguruan tinggi, RT, desa, ..., negara secara keseluruhan) untuk mencapai tujuan bersama.
Pembentukan konsep diri. Konsep diri adalah pandangan kita mengenai diri kita, dan itu hanya bisa kita peroleh lewat informasi yang diberikan orang lain kepada kita. Melalui komunikasi dengan orang lain kita belajar bukan saja mengenai siapa kita, namun juga bagaimana kita merasakan siapa kita. Anda mencintai diri anda bila anda telah dicintai; anda berpikir anda cerdas bila orang-orang sekitar anda menganggap anda cerdas; anda merasa tampan atau cantik bila orang-orang sekitar anda juga mengatakan demikian.

George Herbert Mead (dalam Jalaluddin Rakhmat, 1994) mengistilahkan significant others (orang lain yang sangat penting) untuk orang-orang disekitar kita yang mempunyai peranan penting dalam membentuk konsep diri kita. Ketika kita masih kecil, mereka adalah orang tua kita, saudara-saudara kita, dan orang yang tinggal satu rumah dengan kita. Richard Dewey dan W.J. Humber (1966) menamai affective others, untuk orang lain yang dengan mereka kita mempunyai ikatan emosional. Dari merekalah, secara perlahan-lahan kita membentuk konsep diri kita.

Selain itu, terdapat apa yang disebut dengan reference group (kelompok rujukan) yaitu kelompok yang secara emosional mengikat kita, dan berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri kita. Dengan melihat ini, orang mengarahkan perilakunya dan menyesuaikan dirinya dengan ciri-ciri kelompoknya. Kalau anda memilih kelompok rujukan anda Ikatan Dokter Indonesia, anda menjadikan norma-norma dalam Ikatan ini sebagai ukuran perilaku anda. Anda juga meras diri sebagai bagian dari kelompok ini, lengkap dengan sifat-sifat doketer menurut persepsi anda.

Pernyataan eksistensi diri. Orang berkomunikasi untuk menunjukkan dirinya eksis. Inilah yang disebut aktualisasi diri atau lebih tepat lagi pernyataan eksistensi diri. Fungsi komunikasi sebagai eksistensi diri terlihat jelas misalnya pada penanya dalam sebuah seminar. Meskipun mereka sudah diperingatkan moderator untuk berbicara singkat dan langsung ke pokok masalah, penanya atau komentator itu sering berbicara panjang lebarm mengkuliahi hadirin, dengan argumen-argumen yang terkadang tidak relevan.

Untuk kelangsungan hidup, memupuk hubungan, dan memperoleh kebahagiaan. Sejak lahir, kita tidak dapat hidup sendiri untuk mempertahankan hidup. Kita perlu dan harus berkomunikasi dengan orang lain, untuk memenuhi kebutuhan biologis kita seperti makan dan minum, dan memnuhi kebutuhan psikologis kita seperti sukses dan kebahagiaan. 

Para psikolog berpendapat, kebutuhan utama kita sebagai manusia, dan untuk menjadi manusia yang sehat secara rohaniah, adalah kebutuhan akan hubungan sosial yang ramah, yang hanya bisa terpenuhi dengan membina hubungan yang baik dengan orang lain. Abraham Moslow menyebutkan bahwa manusia punya lima kebutuhan dasar: kebutuhan fisiologis, keamanan, kebutuhan sosial, penghargaan diri, dan aktualisasi diri. Kebutuhan yang lebih dasar harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum kebuthan yang lebih tinggi diupayakan. Kita mungkin sudah mampu kebuthan fisiologis dan keamanan untuk bertahan hidup. Kini kita ingin memenuhi kebutuhan sosial, penghargaan diri, dan aktualisasi diri. Kebutuhan ketiga dan keempat khususnya meliputi keinginan untuk memperoleh rasa lewat rasa memiliki dan dimiliki, pergaulan, rasa diterima, memberi dan menerima persahabatan. Komunikasi akan sangat dibutuhkan untuk memperoleh dan memberi informasi yang dibutuhkan, untuk membujuk atau mempengaruhi orang lain, mempertimbangkan solusi alternatif atas masalah kemudian mengambil keputusan, dan tujuan-tujuan sosial serta hiburan.

2. Sebagai komunikasi ekspresif
Komunikasi berfungsi untuk menyampaikan perasaan-perasaan (emosi) kita. Perasaan-perasaan tersebut terutama dikomunikasikan melalui pesan-pesan nonverbal. Perasaan sayang, peduli, rindu, simpati, gembira, sedih, takut, prihatin, marah dan benci dapat disampaikan lewat kata-kata, namun bisa disampaikan secara lebih ekpresif lewat perilaku nonverbal. Seorang ibu menunjukkan kasih sayangnya dengan membelai kepala anaknya. Orang dapat menyalurkan kemarahannya dengan mengumpat, mengepalkan tangan seraya melototkan matanya, mahasiswa memprotes kebijakan penguasa negara atau penguasa kampus dengan melakukan demontrasi.
3. Sebagai komunikasi ritual
Suatu komunitas sering melakukan upacara-upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup, yang disebut para antropolog sebaga rites of passage, mulai dari upacara kelahiran, sunatan, ulang tahun, pertunangan, siraman, pernikahan, dan lain-lain. Dalam acara-acara itu orang mengucapkan kata-kata atau perilaku-perilaku tertentu yang bersifat simbolik. Ritus-ritus lain seperti berdoa (salat, sembahyang, misa), membaca kitab suci, naik haji, upacara bendera (termasuk menyanyikan lagu kebangsaan), upacara wisuda, perayaan lebaran (Idul Fitri) atau Natal, juga adalah komunikasi ritual. Mereka yang berpartisipasi dalam bentuk komunikasi ritual tersebut menegaskan kembali komitmen mereka kepada tradisi keluarga, suku, bangsa. Negara, ideologi, atau agama mereka.

4. Sebagai komunikasi instrumental
Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum, yaitu: menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap, menggerakkan tindakan, dan juga menghibur.
Sebagai instrumen, komunikasi tidak saja kita gunakan untuk menciptakan dan membangun hubungan, namun juga untuk menghancurkan hubungan tersebut. Studi komunika membuat kita peka terhadap berbagai strategi yang dapat kita gunakan dalam komunikasi kita untuk bekerja lebih baik dengan orang lain demi keuntungan bersama. Komunikasi berfungsi sebagi instrumen untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi dan pekerjaan, baik tujuan jangka pendek ataupun tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek misalnya untuk memperoleh pujian, menumbuhkan kesan yang baik, memperoleh simpati, empati, keuntungan material, ekonomi, dan politik, yang antara lain dapat diraih dengan pengelolaan kesan (impression management), yakni taktik-taktik verbal dan nonverbal, seperti berbicara sopan, mengobral janji, mengenakankan pakaian necis, dan sebagainya yang pada dasarnya untuk menunjukkan kepada orang lain siapa diri kita seperti yang kita inginkan.

Sementara itu, tujuan jangka panjang dapat diraih lewat keahlian komunikasi, misalnya keahlian berpidato, berunding, berbahasa asing ataupun keahlian menulis. Kedua tujuan itu (jangka pendek dan panjang) tentu saja saling berkaitan dalam arti bahwa pengelolaan kesan itu secara kumulatif dapat digunakan untuk mencapai tujuan jangka panjang berupa keberhasilan dalam karier, misalnya untuk memperoleh jabatan, kekuasaan, penghormatan sosial, dan kekayaan.
Berkenaan dengan fungsi komunikasi ini, terdapat beberapa pendapat dari para ilmuwan yang bila dicermati saling melengkapi. Misal pendapat Onong Effendy (1994), ia berpendapat fungsi komunikasi adalah menyampaikan informasi, mendidik, menghibur, dan mempengaruhi. 

Sedangkan Harold D Lasswell (dalam Nurudin, 2004 dan Effendy, 1994:27) memaparkan fungsi komunikasi sebagai berikut:
• Penjajagan/pengawasan lingkungan (surveillance of the information) yakni penyingkapan ancaman dan kesempatan yang mempengaruhi nilai masyarakat.
• Menghubungkan bagian-bagian yang terpisahkan dari masyarakat untuk menanggapi lingkungannya .
• Menurunkan warisan social dari generasi ke generasi berikutnya.
Leer Completo...

Diberdayakan oleh Blogger.

ShoutMix chat widget
[Clos]